RawdahQR

Rawdah Permit bagi Pemegang Visa Umrah: Istilah Penting

Ditulis Tim RawdahQR · 16 September 2026

Pertanyaan yang paling sering masuk ke percakapan kami berbunyi kurang lebih begini: “Saya sudah melunasi paket umrah, apakah izin Rawdah otomatis termasuk di dalamnya?” Pertanyaan itu wajar, sebab keduanya sama-sama terdengar seperti surat resmi yang harus dimiliki sebelum berangkat.

Kenyataannya keduanya berdiri sendiri. Menyamakan keduanya bukan hanya membuat rencana jadi berantakan, tetapi juga membuka pintu bagi tawaran yang tidak semestinya. Mari kita bedah pelan-pelan.

Dua dokumen, dua urusan yang berbeda

Visa umrah adalah izin memasuki wilayah Arab Saudi. Urusannya dengan otoritas keimigrasian dan penyelenggara perjalanan. Ia berbayar, dan besarannya menjadi bagian dari paket yang Bapak atau Ibu sepakati dengan biro perjalanan.

Izin Rawdah atau Rawdah permit adalah izin memasuki satu petak kecil di dalam Masjid Nabawi pada waktu tertentu. Urusannya dengan platform Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Pada halaman layanan resminya, biayanya tercatat Free.

Perbedaan sifat biaya inilah yang paling penting untuk dipegang. Visa memang menuntut pembayaran, dan itu wajar. Izin Rawdah tidak. Bila keduanya dicampur dalam satu bayangan, jamaah menjadi mudah menerima tawaran yang menyatakan bahwa “sudah termasuk biaya tasreh”, padahal tidak ada biaya yang perlu disetorkan kepada pemerintah untuk izin tersebut.

Perlu ditegaskan juga bahwa memiliki visa umrah tidak dengan sendirinya menerbitkan izin Rawdah. Visa mengantar Bapak dan Ibu sampai ke Madinah; izin Rawdah baru mengantar sampai ke dalam area tersebut, dan izin itu perlu diajukan tersendiri.

Kenapa keduanya sering tertukar

Ada tiga sebab yang berulang kali kami temui.

  • Sama-sama disebut “izin”. Dalam bahasa Indonesia, visa pun kerap disebut izin masuk. Dua benda berbeda dengan nama umum yang sama tentu mudah tertukar.
  • Sama-sama diurus menjelang berangkat. Karena waktunya berdekatan, keduanya terasa seperti satu rangkaian pekerjaan.
  • Sama-sama dibicarakan biro perjalanan. Banyak biro memang membantu kedua hal itu. Bantuan itu sah, tetapi sifat biayanya tetap tidak sama dan sebaiknya diminta dirinci.

Kalau ada satu kalimat yang perlu diingat dari tulisan ini, kalimat itu adalah: yang berbayar adalah perjalanannya, bukan izin masuk Rawdah-nya. Latar belakang istilahnya kami urai lebih dalam pada tulisan apa itu Rawdah permit dan padanannya.

Akun pengunjung: istilah yang menentukan jalur pendaftaran

Sekarang kita masuk ke istilah yang paling menentukan bagi jamaah Indonesia, yaitu visitor account atau akun pengunjung.

Layanan Nusuk terbuka untuk beberapa golongan sekaligus: warga negara Arab Saudi, penduduk yang menetap di sana, warga negara-negara Teluk, serta pengunjung dari luar negeri. Jamaah asal Indonesia masuk pada golongan terakhir. Karena itu, jenis akun yang dipakai adalah akun pengunjung.

Penyebutan ini bukan sekadar label. Jenis akun menentukan tampilan yang muncul dan cara memverifikasi identitas. Bila seseorang mencoba menempuh jalur yang bukan haknya, prosesnya akan berhenti di tengah jalan tanpa penjelasan yang memadai, dan itulah yang membuat banyak orang menyerah lalu mencari bantuan yang tidak resmi.

Prosesnya berhenti di satu layar dan tidak jelas kenapa?

Kirimkan potongan layarnya kepada kami. Sering kali persoalannya hanya satu kata yang salah dimengerti, bukan aplikasinya yang rusak. Bertanya tidak dipungut biaya dan tidak mengikat Bapak atau Ibu untuk melanjutkan.

Tanya Dulu via WhatsApp

Nafath: kata yang membuat banyak orang buntu

Pada layar masuk, kadang muncul pilihan bernama Nafath. Kata ini merujuk pada sistem verifikasi identitas nasional Arab Saudi, dan penggunaannya khusus bagi warga negara serta penduduk Arab Saudi.

Jamaah asal Indonesia tidak memakai jalur itu. Bila Bapak atau Ibu menemukan pilihan Nafath, cukup dilewati dan lanjutkan dengan jalur akun pengunjung. Kami menuliskan ini secara khusus karena cukup banyak jamaah yang membatalkan niat mengurus izin hanya karena mengira wajib memiliki sesuatu yang memang bukan haknya.

Perlu disebut pula bahwa ada aplikasi lain bernama Tawakkalna yang masih beredar. Aplikasi itu tetap ada, tetapi bukan tempat mengurus izin Rawdah, sehingga tidak perlu menjadi bahan kebingungan tambahan.

Dari Eatmarna ke Nusuk

Jamaah yang pernah berumrah beberapa tahun lalu mungkin masih ingat aplikasi bernama Eatmarna. Aplikasi itu sudah digantikan. Nusuk diluncurkan pada September 2022, dan versi berbahasa Indonesianya diperkenalkan di Jakarta pada 24 Oktober 2022.

Menyebut sejarah ini ada gunanya. Sebagian panduan lama yang masih beredar di internet menuliskan langkah-langkah berdasarkan aplikasi yang sudah tidak dipakai. Bila petunjuk yang Bapak dan Ibu baca menyebut nama aplikasi lama, besar kemungkinan petunjuk itu sudah kedaluwarsa.

Satu orang, satu izin

Hal berikutnya yang perlu dipahami pemegang visa umrah: izin Rawdah bersifat pribadi. Ia terikat pada identitas pemegangnya dan tidak dapat dipindahtangankan. Pemeriksaan di pintu dilakukan dengan memindai kode QR yang tersimpan di aplikasi, dan kode itu melekat pada satu janji temu serta habis setelah dipakai.

Untuk rombongan, artinya setiap peserta perlu diurus atas namanya sendiri. Tidak ada satu izin besar yang bisa dibawa ketua rombongan untuk semua anggota. Bila ada anggota rombongan yang berusia lanjut, persiapannya kami bahas tersendiri pada tulisan mengenai pendampingan jamaah lansia.

Yang sebaiknya sudah beres sebelum terbang

  • Aplikasi Nusuk sudah terpasang di ponsel yang benar-benar akan dibawa, sebab kode pindai ditunjukkan dari ponsel itu.
  • Akun pengunjung sudah dapat dibuka, bukan baru dicoba di bandara.
  • Data tiap jamaah disiapkan satu per satu sesuai dokumen perjalanan masing-masing.
  • Rombongan sudah memahami bahwa sesi pria dan wanita berjalan terpisah, sehingga tidak kaget ketika jadwalnya berbeda.

Waspadai tawaran yang menjual izin

Karena izinnya tidak berbayar, tidak ada barang yang layak dijual. Petugas haji Indonesia pernah memperingatkan beredarnya tautan palsu yang mengatasnamakan Nusuk melalui pesan WhatsApp, dengan dalih ada masalah pada kartu Nusuk jamaah. Imbauannya tegas: jangan percaya dan jangan membuka tautannya. Pemerintah Indonesia juga meminta jamaah melaporkan siapa pun yang memungut bayaran atas akses ke Rawdah.

Otoritas Arab Saudi sendiri mengimbau agar pengurusan izin hanya ditempuh lewat kanal resmi, dan menegaskan bahwa tawaran di luar kanal resmi tidak sah. Kebiasaan yang aman: ketik sendiri alamat nusuk.sa di peramban atau buka aplikasi yang sudah terpasang, jangan menempuh tautan dari pesan.

Terakhir, ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebelum berangkat, pastikan memeriksa kembali keterangan yang ditampilkan aplikasi Nusuk terbaru sebagai rujukan yang paling mutakhir.

Mau dipetakan dulu mana yang berbayar dan mana yang tidak?

Ceritakan susunan perjalanan Bapak dan Ibu, nanti kami bantu memilah mana yang menjadi urusan biro perjalanan dan mana yang menjadi urusan izin di Nusuk. Penerbitan izinnya sendiri tetap berjalan di Nusuk tanpa pungutan dari pemerintah Arab Saudi.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

WhatsApp