RawdahQR

Membaca Detail Appointment Rawdah di Aplikasi Nusuk

Ditulis Tim RawdahQR · 16 September 2026

Ada satu layar yang paling sering dikirimkan jamaah kepada kami: layar rincian janji temu. Isinya sekumpulan kata Inggris yang berjajar rapi, dan di tengahnya sebuah kotak berisi kode pindai. Jamaah tahu bahwa layar itu penting, tetapi tidak yakin apa persisnya yang sedang dibaca.

Tulisan ini menguraikan kata-kata tersebut satu per satu. Satu catatan di awal: kami menjelaskan fungsi tiap bagian, bukan teks tombolnya. Nama menu di aplikasi berubah mengikuti pembaruan versi, sehingga panduan yang menghafalkan bunyi tombol akan cepat menyesatkan. Fungsinya jauh lebih awet.

Appointment: janji temu yang sudah berjadwal

Kata appointment paling tepat dipadankan dengan janji temu. Ia menandakan bahwa Bapak atau Ibu sudah memiliki jadwal tertentu untuk berkunjung, bukan sekadar berminat berkunjung.

Perlu digarisbawahi bahwa janji temu adalah waktu kedatangan, bukan lamanya berada di dalam. Ini sumber salah paham yang sering terjadi: jamaah mengira jadwal yang tertera adalah durasi kunjungan. Kenyataannya, waktu berada di dalam Rawdah sangat dibatasi dan petugas mengatur giliran supaya seluruh pemegang izin kebagian.

Slot: jatah waktu yang masih tersedia

Kata slot menunjuk pada jatah waktu yang masih terbuka untuk dipilih. Sebelum menjadi janji temu, sebuah jadwal berstatus slot yang tersedia; setelah dipilih dan pengajuan disetujui, barulah ia menjadi janji temu milik Bapak atau Ibu.

Karena sesi kunjungan pria dan wanita dipisah, slot yang muncul pun mengikuti kategori tersebut. Jam persisnya sengaja tidak kami tuliskan di situs ini, sebab jadwal disesuaikan menurut musim dan kepadatan. Yang ditampilkan aplikasi pada saat Bapak atau Ibu memilihlah yang berlaku.

Waitlist: daftar tunggu, bukan antrean bertahun-tahun

Ketika slot pada tanggal yang diinginkan sudah habis, biasanya muncul kata waitlist atau waiting list. Padanannya daftar tunggu: Bapak atau Ibu mendaftar untuk menerima pemberitahuan apabila ada tempat yang kembali kosong.

Kami perlu menegaskan satu hal di sini. Di Indonesia, istilah daftar tunggu melekat pada antrean keberangkatan haji yang berhitung tahun. Dua hal itu sama sekali tidak berhubungan. Daftar tunggu pada layanan ini berkaitan dengan sesi kunjungan yang sedang penuh, bukan dengan giliran berangkat.

Mendaftar di daftar tunggu juga tidak berarti tempat sudah tersedia untuk Bapak atau Ibu. Ia adalah pemberitahuan bila ada kekosongan, dan tidak ada pihak yang berada pada posisi untuk menyatakan bahwa kekosongan itu akan muncul.

Kirimkan layarnya, nanti kami bacakan

Bila ada bagian yang tidak dipahami pada rincian janji temu, kirimkan potongan layarnya kepada kami. Sering kali persoalannya hanya satu kata yang belum diterjemahkan. Bertanya tidak dipungut biaya dan tidak ada kewajiban melanjutkan.

Tanya Dulu via WhatsApp

Instant track: Jalur Instan dan syarat lokasinya

Istilah instant track berpadanan dengan Jalur Instan, yang dalam bahasa Arab disebut Al-Masar Al-Fauri. Jalur ini tidak terikat pembatasan frekuensi yang berlaku pada pemesanan reguler.

Namun ada satu syarat yang sering terlewat dibaca: pemohon harus sedang berada di Kawasan Pusat Madinah, yaitu wilayah di sekeliling Masjid Nabawi. Karena itu, Jalur Instan tidak dapat dipakai dari tanah air, dan juga tidak dapat dipakai ketika masih berada di Makkah. Ia baru menjadi pilihan setelah jamaah benar-benar tiba di Madinah.

Kalau ada pihak yang menawarkan Jalur Instan kepada Bapak atau Ibu sejak masih di Indonesia, tawaran itu bertentangan dengan syarat resminya. Uraian mengenai berbagai istilah semacam ini dapat dibaca pada tulisan apa itu Rawdah permit dan padanannya.

Kode QR atau barcode: wujud izin yang sesungguhnya

Bagian paling penting dari layar ini adalah kotak berisi kode pindai. Itulah bukti izin yang sebenarnya. Kode tersebut ditunjukkan untuk dipindai petugas di pintu, dan tanpa kode yang terbaca, jamaah tidak dilewatkan.

Dua sifat kode ini perlu dipegang:

  • Terikat pada satu janji temu. Ia berlaku untuk jadwal tertentu, bukan untuk kapan saja.
  • Sekali pakai. Setelah dipindai, tugasnya selesai. Kunjungan berikutnya memerlukan pengajuan baru.

Karena kode ditunjukkan dari aplikasi, ponsel yang dipakai memesan sebaiknya ponsel yang benar-benar dibawa saat berkunjung. Persoalan ini sering muncul pada rombongan yang pengurusannya diserahkan kepada satu orang.

Nama pemegang izin

Pada layar rincian biasanya tertera nama pemegang izin. Bagian ini pantas diperiksa dengan teliti, sebab izin bersifat pribadi dan terikat pada identitas pemegangnya. Izin atas nama seseorang tidak dapat dipakai orang lain, termasuk oleh pasangan atau anggota keluarga sendiri.

Bila mengurus beberapa orang sekaligus, pastikan setiap orang memiliki rincian janji temunya sendiri, dan pastikan namanya cocok dengan dokumen perjalanan yang bersangkutan. Hal-hal yang berkaitan dengan rombongan keluarga kami bahas pada tulisan tentang kunjungan bersama anak.

Status: sudah terbit, masih menunggu, atau sudah lewat

Layar rincian umumnya menampilkan keterangan status dalam bahasa Inggris. Alih-alih menghafal kata demi kata yang bisa berubah, pahami saja bahwa status pada dasarnya menjawab tiga pertanyaan:

  • Apakah izinnya sudah terbit dan kode pindainya sudah dapat ditampilkan?
  • Apakah pengajuan masih menunggu, misalnya karena berada pada daftar tunggu?
  • Apakah jadwalnya sudah lewat atau izinnya sudah tidak berlaku lagi?

Bila ragu membaca status yang muncul, jangan menebak. Menebak pada urusan seperti ini biasanya berujung pada keberangkatan ke masjid dengan bekal izin yang ternyata belum terbit.

Kenapa kami tidak menuliskan nama tombol persis

Alasannya sederhana dan sudah kami singgung di awal: aplikasi diperbarui secara berkala, dan penamaan menu ikut berubah. Panduan yang ditulis berdasarkan tampilan lama akan membuat pembacanya mencari-cari tombol yang sudah tidak ada, lalu menyimpulkan bahwa aplikasinya bermasalah.

Yang lebih awet adalah memahami alurnya: memilih kategori, memilih tanggal dan sesi, mengajukan atas nama orang yang bersangkutan, lalu membuka rincian untuk menampilkan kode pindai. Selama alurnya dipahami, perubahan tampilan tidak akan membuat bingung.

Sebelum berangkat ke masjid

Beberapa kebiasaan yang kami anjurkan — ini saran praktis, bukan peraturan:

  • Buka rincian janji temu di penginapan, pastikan kode pindainya benar-benar tampil.
  • Periksa daya ponsel sebelum berangkat, karena kode ditampilkan dari layar.
  • Pastikan setiap anggota rombongan membawa perangkat berisi kodenya masing-masing.
  • Ingat bahwa memotret dan merekam tidak diperkenankan di area tersebut.

Satu lagi soal keamanan. Pernah beredar peringatan resmi mengenai tautan palsu yang mengatasnamakan Nusuk lewat pesan WhatsApp. Biasakan mengetik sendiri alamat nusuk.sa di peramban atau membuka aplikasi yang sudah terpasang, bukan mengeklik tautan dari pesan yang tidak jelas asalnya.

Ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebelum berangkat, pastikan memeriksa kembali keterangan yang ditampilkan aplikasi Nusuk terbaru sebagai rujukan yang paling mutakhir.

Mau ditemani sampai kodenya tampil?

Kami mendampingi jamaah membaca setiap layar, dari menyiapkan akun pengunjung hingga memastikan rincian janji temu terbaca dengan benar. Penerbitan izinnya tetap berjalan di platform Nusuk tanpa pungutan dari pemerintah Arab Saudi; yang kami tawarkan adalah pendampingannya.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

WhatsApp