Berkunjung ke Rawdah Bersama Anak: Yang Perlu Diketahui
Ditulis Tim RawdahQR · 16 September 2026
Orang tua yang membawa anak dalam perjalanan umrah hampir selalu menanyakan hal yang sama: berapa usia minimal anak agar boleh ikut ke Rawdah, dan apakah anak perlu izin sendiri. Pertanyaan pertama sengaja tidak kami jawab dengan angka. Alasannya kami jelaskan lebih dulu, karena itulah bagian terpenting dari tulisan ini.
Mengapa kami menolak menuliskan angka batas usia
Bila Bapak dan Ibu menelusuri internet, angka yang muncul akan bermacam-macam. Satu tulisan menyebut satu angka, tulisan lain menyebut angka berbeda, dan tulisan ketiga menyebut angka yang lain lagi. Semuanya ditulis dengan nada yakin, lengkap dengan kesan bahwa itu ketentuan resmi.
Ketika kami menelusuri sumbernya, angka-angka itu tidak bermuara pada pengumuman resmi mana pun. Yang terjadi adalah pengalaman perorangan yang dikutip berulang-ulang sampai terdengar seperti peraturan. Karena itu, kami memilih tidak ikut menyebarkannya.
Sikap ini mungkin terasa kurang memuaskan. Namun bayangkan akibatnya bila kami menuliskan sebuah angka lalu angka itu keliru: sebuah keluarga menyusun rencana berdasarkan keterangan yang salah, dan kekeliruan itu baru ketahuan ketika mereka sudah berada di Madinah dengan waktu yang tinggal sedikit. Kerugian semacam itu tidak sebanding dengan kenyamanan membaca satu angka.
Hal serupa berlaku untuk dua klaim lain yang beredar luas, yaitu bahwa satu orang dewasa boleh membawa satu anak tanpa izin terpisah, dan bahwa bayi dilarang masuk. Keduanya tidak kami temukan dasarnya pada keterangan resmi.
Yang bisa dipegang: izin bersifat per orang
Alih-alih angka usia, pegang saja prinsip ini, karena inilah yang jelas dan konsisten: izin kunjungan Rawdah bersifat pribadi dan melekat pada identitas pemegangnya. Izin tidak dapat dipindahtangankan, dan pemeriksaannya dilakukan dengan memindai kode QR di pintu.
Dari prinsip itu turun beberapa konsekuensi yang langsung bisa dipakai menyusun rencana:
- Setiap orang yang hendak berkunjung diurus atas namanya sendiri, bukan dititipkan pada nama orang lain.
- Kode pindai terikat pada satu janji temu dan habis setelah dipakai, sehingga kunjungan berikutnya memerlukan pengajuan baru.
- Tidak ada izin kolektif satu keluarga yang cukup ditunjukkan sekali untuk semua anggota.
Bila ingin menelusuri asal-usul istilahnya, kami uraikan pada tulisan apa itu Rawdah permit dan padanannya dalam bahasa kita.
Sesi terpisah dan artinya bagi keluarga
Waktu kunjungan jamaah pria dan wanita dipisah, dan pemisahan itu merupakan bagian dari pengaturan resmi. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bahkan menyediakan dua layanan izin yang berbeda untuk keduanya.
Bagi keluarga, ini berarti ayah dan ibu tidak berada pada sesi yang sama. Pertanyaan berikutnya menjadi sangat praktis: anak ikut siapa, dan siapa yang menjaga anak yang tidak ikut? Pembagian peran semacam ini sebaiknya disepakati sejak dari rumah, bukan diputuskan mendadak di pelataran masjid ketika semua orang sudah lelah.
Kalau rombongan juga membawa orang tua yang sudah sepuh, pembagian perannya menjadi lebih padat lagi. Pertimbangan untuk keadaan itu kami bahas pada tulisan mengenai pendampingan jamaah lansia.
Ingin dibantu menyusun pembagian peran keluarga?
Ceritakan siapa saja yang berangkat dan berapa anak yang ikut. Kami bantu memetakan siapa mendampingi siapa dan menerjemahkan istilah yang muncul di aplikasi. Bertanya tidak dipungut biaya dan tidak mengikat.
Istilah yang muncul saat menambahkan anggota keluarga
Ketika mendaftarkan lebih dari satu orang, aplikasi akan menampilkan sejumlah kata berbahasa Inggris. Kami tuliskan fungsinya, bukan teks tombolnya, sebab label di aplikasi berubah mengikuti pembaruan versi.
- Ada bagian yang berfungsi menambahkan orang lain ke dalam akun, sehingga pengajuan dapat diuruskan oleh satu anggota keluarga yang lebih terbiasa memakai ponsel.
- Ada bagian yang berfungsi memilih siapa saja yang diajukan untuk suatu jadwal. Meski diajukan bersamaan, izin tetap terbit atas nama masing-masing orang.
- Ada bagian yang menampilkan rincian janji temu beserta kode pindainya. Bagian inilah yang kami bahas tersendiri pada tulisan tentang membaca detail appointment di aplikasi Nusuk.
Satu istilah lagi yang sering membingungkan orang tua adalah visitor account, yang padanannya akun pengunjung. Itulah jenis akun yang dipakai jamaah asal Indonesia. Sementara Nafath adalah jalur verifikasi bagi warga negara dan penduduk Arab Saudi, jadi bukan jalur kita.
Pertimbangan praktis, bukan peraturan
Bagian ini murni pertimbangan orang tua, dan sengaja kami pisahkan dari bagian aturan supaya tidak tertukar.
Area Rawdah hanya sekitar 330 meter persegi, kira-kira 22 meter kali 15 meter, sementara peminatnya sangat banyak. Petugas mengatur giliran agar seluruh pemegang izin kebagian, dan jamaah diarahkan untuk terus bergerak. Keadaan seperti ini menuntut kesabaran dan kemampuan mengikuti arahan — dua hal yang berbeda kesiapannya pada setiap anak.
Beberapa hal yang layak dipertimbangkan orang tua:
- Apakah anak sudah terbiasa berada di tengah keramaian tanpa panik?
- Apakah anak sanggup berjalan sendiri dalam antrean, atau masih harus digendong?
- Siapa yang akan menenangkan anak bila ia rewel, sementara pendamping juga ingin berdoa?
- Apakah lebih tenang bila anak diajak pada kesempatan lain, dan hari itu cukup salah satu orang tua yang berkunjung?
Perlu diketahui pula bahwa memotret dan merekam tidak diperkenankan di area tersebut. Menyampaikan hal ini kepada anak sebelum berangkat akan membantu, terutama bagi anak yang sudah cukup besar dan terbiasa memegang ponsel.
Bila sesi penuh
Tersedia fitur daftar tunggu, yaitu mendaftar ketika sesi sedang penuh lalu memperoleh pemberitahuan apabila ada tempat yang kembali kosong. Ada pula Jalur Instan yang tidak terikat pembatasan frekuensi pemesanan reguler, dengan syarat pemohon sedang berada di Kawasan Pusat Madinah — jadi tidak dapat ditempuh dari tanah air.
Hati-hati dengan tawaran yang terlalu mudah
Karena izin ini diterbitkan tanpa pungutan oleh pemerintah Arab Saudi, tidak ada barang yang layak diperjualbelikan. Bila ada pihak yang menawarkan izin untuk anak tanpa proses, atau menjanjikan hasil yang tidak mungkin diketahui siapa pun sebelumnya, sebaiknya Bapak dan Ibu menjaga jarak.
Petugas haji Indonesia pernah memperingatkan beredarnya tautan palsu yang mengatasnamakan Nusuk lewat pesan WhatsApp. Kebiasaan yang aman: ketik sendiri alamat nusuk.sa di peramban atau buka aplikasi yang sudah terpasang, jangan mengeklik tautan kiriman.
Akhirnya, ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebelum berangkat, pastikan memeriksa kembali keterangan yang ditampilkan aplikasi Nusuk terbaru, sebab itulah rujukan yang paling mutakhir mengenai siapa saja yang dapat diajukan dan bagaimana caranya.
Masih ragu mengajak si kecil?
Kami menemani keluarga menimbang pilihan dengan kepala dingin, tanpa mendorong Bapak dan Ibu mengambil keputusan tertentu. Penerbitan izinnya tetap berjalan di platform Nusuk tanpa pungutan dari pemerintah Arab Saudi; yang kami tawarkan adalah pendampingan prosesnya.